Tiga Kartini ku (part one)

Tiga Kartini ku (part one)

Bulan April adalah bulannya wanita, dimana pada bulan ini para wanita merasa memliki hak dan kewajiban yang sama dengan lelaki.

Tepatnya tanggal 21 April, hari dimana seorang wanita pribumi bernama R.A Kartini lahir, dialah yang memproklamirkan kemerdekaan wanita dengan bukunya yang berjudul, Habis Gelap Terbitlah Terang.

Perjuangan beliau yang berusaha meningkatkan harkat dan derajat wanita hingga sekarang masih selalu dilakukukan leh wanita dan tanggal 21 April pun diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini atau Hari Emansipasi Wanita.

Layaknya R.A. Kartini yang telah berhasil mengubah pandangan setiap wanita, aku pun begitu. Dalam kehidupanku ini telah hadir banyak wanita, namun hanya Tiga Kartini-lah yang sangat berarti dalam hidupku selain ibuku. Tiga Kartini itu adalah :

Kartini Pertama ( Tanis a.k.a Nanda)

Kartini ini kutemui saat aku masih berada di SD. Dia merupakan sosok gadis yang rajin dan mempunyai ambisi untuk slalu tampil terdepan. Dengan adanya dirinya di kehidupanku, membuat hari-hari di SD tak pernah terlupakan.

Walau dia selalu ada di belakangku, namun dia selalu gigih untuk bias mengalahkanku. Hingga sempat sekali aku terjegal olehnya, tapi Cuma sekali itu juga gara-gara aku sering ga masuk sekolah karena sakit.

Makin hari kedekatan kami bertambah karena sering nya kami berselisih, ingin menjadi yang nomor satu. Hingga akhirnya saat kita mau lulus, perasaan itu muncul. Perasaan yang tak pernah terbayangkan akan hinggap dalam hatiku yg masih kecil itu. Perasaan bahwa dialah Kartini satu-satunya yang sangat dekat denganku dan aku ingin sekali selalu dekat dengannya.

Sebelum semuanya terlambat aku ingin sekali mengatakannya. Tapi saat itu semua tak berjalan sesuai keinginanku. Saat-saat terakhir, aku ingin menemuinya dan mengatakan semuanya, tapi karena kebodohanku, kesempatan satu-satunya yang kumiliki itu lepas begitu saja. Kesalahan bodoh yg seharusnya tak terjadi, tapi ku lakukan.

Rencananya kita berjanji untuk bertemu di sebuah tugu bernama Tugu Lima Jari di Perumahan Setra Duta, hari minggu jam 07.00. sehari sebelumnya, hari Sabtu, aku berkeliling daerah sarijadi untuk mencari letak tugu itu, tapi hingga sore hari, tugu itu tetap tak aku temukan. Hatiku mulai tak karuan, bagaimana aku bias menemuinya kalau aku saja tak tahu dimana letak tempat pertemuan itu?. Otakku berkata, “udah temui lagi aja dia, tanyain dmn tempat janjian itu !!” tapi hatik kecilku berkata, “apa ga malu apa? Udah cari lagi sendiri aja !!!”. Pusiiiiiing….

Saat itu hanya bayangan suram yg meliputi muka ku yang tak berhasil menemukan tempat perjanjian itu.

Singkatnya, aku dan dia batal ketemuan dan aku pun gagal mengatakan semuanya.

Tapi dia tetaplah Kartini Pertama yang Kusukai dan akan selalu selamanya.

Post a Comment